Pendapat


Dari aku mula pandai berbicara,

Aku diajar untuk mendengar saja,

Mendengar melulu orang tuamu,

Dengar dan jangan disoal akalmu,

Logikmu sampah persis jentik-jentik bersepah,

Meramai di kolam renang terbiar lalu.

 

Dari aku mula berkata-kata,

Aku disuruh diam sahaja,

Diam, pendapatmu tidak diingini,

Diam, pendapatmu kau simpan sahaja,

Kerna kau pun banyak khilaf,

Kerna kau pernah tak mendengar kata,

Kerna itu datang musibah,

Datang bertimpa-timpa-timpa.

 

Maka malam ini aku menghentak kayu meja dengan penuh amarah,

Aku bertanya kembali,

Apakah perlu aku sempurna,

Baru punya hak untuk berpendapat?

Apakah jika aku bertentang pendapat denganmu,

Aku yang salah, salah, dan salah?

 

 

Ingin saja kurobek keluar hatimu,

Dan kumam agar kufaham ‘keadilan’ pendapatmu,

Ingin saja aku makan lidahmu,

Dan telan segala otakmu,

Dan minum segala darahmu,

Agar aku faham ‘kesaksamaan’ pendirianmu,

Veto tahi pendurjana aku.

 

7.52 pm

14 Ogos 2016

Advertisements
Pendapat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s