Gila Kecam


Al-Fatihah buat mereka yang terkorban. Buat yang ditinggal, moga tabah hadapi dugaan. Kepada yang menggembar-gemburkan, cukuplah dengan meminta perhatian. Adik-adik itu tak minta perhatian dunia. Mereka hanya ingin perhatian ibu-bapa mereka yang telah pergi. Their sadness is not for our amusement, which here seems more the case than sympathy. Kepada yang memperlekehkan Myvi, di manakah otak anda? Fikirlah sikit. Kereta yang dipandu, tak kisah jenis apa, tak bersalah. Pemandu yang bersalah. Bukannya sebab satu kes begini, semua terus pandang lekeh pada semua pemandu Myvi seluruh dunia. Use your common sense, my fellow countrymen. Grow a brain. Dan kepada para pemaki atas talian, tolong diam. Memaki takkan menghidupkan yang telah kembali kepadaNya. Memaki tak membuat anda lebih baik daripada mereka yang berlumba haram. Memaki cuma menunjukkan kurangnya intelek anda. Sekian.


Kemalangan terjadi,

Keberangan membuak,

Sana sini dengar memaki,

Di forum, bahagian komen,

Media sosial meretak,

Dengan makian terhambur,

Siap ugut bunuh menambah dosa sendiri.

.

Aku tanya,

Mana mindanya,

Para muda-mudi yang main lepas cakap saja,

Para insan belakang tabir skrin komputernya,

Para makcik pakcik menjari telefon pintarnya,

Perlukah memerli?

Perlukah kata kesat?

Tak jaga bahasanya,

Beralasan tak perlu untuk yang cilanat,

Samalah dirimu seperti si bejat,

Tak bertamadun kerana konon tak perlu,

Perasan anonimiti menghilangkan liabilitimu,

Kata-kata di talian macam engkau malaikat,

Tapi kata kesat kalah syaitan punya dahsyat.

..

Kan kukisahkan si pembawa Myvi,

Tak ada kaitan dengan kejadian ngeri ini,

Tapi rasa malu untuk memandu keretanya,

Malam itu naik kapcai ke rumah kawannya,

Dihentam dari belakang oleh Vios hitam metalika,

Sambil terlentang dengar orang berhenti tepi berkata,

“Ini sudah tentu Myvi punya kerja”,

Sambil mengambil gambar untuk dimuat naik buat berita sensasi,

Buat bahan hebahan untuk semua tahu,

Bahwa dia ada ketika kemalangan itu,

Bahwa dia spekulasi ini kerja Myvi,

Padahal yang terlentang itulah berpunya sebuah Myvi.

Kita ambil video,

Kita ambil gambar,

Kita muat naik,

Kita biar terpampang,

Kita kecam gila perbuatan mereka,

Kita kata kasihan budak yang hilang ibu-bapanya,

Tapi pabila kita menutup browser kita,

Kita kembali gelak tawa,

Terus lupa,

Kita masih tak berubah.

….

Jangan kecam gila mereka yang salah,

Mereka juga manusia seperti engkau dan aku,

Jangan kecam gila mereka yang salah,

Entah-entah dia bersyurga, kau dan aku ke neraka.

11.05pm

3 Mei 2015


p/s: This is in no way a poem. Its just a jumble of words to vent out my frustration towards society with their generalization of things, exaggeration of stuff, and lack of common sense in sensitive matters. First class thinking? Modern society? We do this for them, not for self-gratification? Yeah,  keep telling yourself that.

Advertisements
Gila Kecam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s