Terima Kasih


Ku termenung, ku termenung,

Lihat bangunan tinggi megah,

Ku tersengih, ku tersengih,

Lihat kelibat si comel kecil,

Kuberfikir, jauh berfikir,

Akan keindahan petang,

Yang panas, pokok meredup,

Yang hujan, pokok melitup.

.

Sejak bilakah kutertekan,

Melihat pancaroba dan kurang ajar,

Dibawa bersama generasi baru,

Generasiku, generasimu,

Dan si tua yang tak sedar diri,

Dan si asing menumpang masih.

..

Sejak bilakah kuterhimpit,

Merasa panas bahang pergaduhan,

Terbakar hati kepiluan,

Sejak bila, kutanya dirimu,

Namun kau cuma tahu “aku tak tahu”.

Tapi sekian lama, baru kusedar,

Yang tak berguna melihat hitam,

Yang tak berguna menjamah kelam,

Yang tak bererti mengheret hati,

Untuk perkara yang tak elok, tak baik.

….

Terima kasih pembuka mata,

Mata hati dan mata minda,

Terima kasih pak cik jalanan,

Terima kasih si comel menangis,

Terima kasih hujan gerimis,

Keterlibatan dirimu dalam kehidupanku,

Yang indah, sungguh indah,

Kan kusemat jadi ingatan,

Cantiknya hidup di persada ini,

Persada indah ciptaan Allah,

Biar banyak pincang dan jahanam,

Ku kan buang yang keruh ambil yang jernih.

 

4.29pm,

17 Januari 2011

Advertisements
Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s