Ular


Salam. Dah lama nda buka wp n fb, dah bekurun nda post apa2 baru. Dah lama menyepi diri, namun syukur alhamdulillah nyawa masih bertampuk di dada, otak dikurnia masih ligat berfikir hal dunia dan sebab-musabab kitaran kehidupan, baik kehidupan ini mahupun kehidupan di akhirat karang. Dah lama kita tak ketemu di ruangan siber ini. Jadi, madah dibuka dengan salam sejahtera.

Jadi, kenapa ular? Ya, memang ada ular masuk ke tempat kerja tu hari, tapi kita bukan beloyar pasal ular itu. Kita beloyar pasal ular yang paling bisa, yang mana bisanya mampu menusuk jauh ke dalam diri, merobek hati jika nda berhati-hati, menjadikannya busuk dan penuh prasangka buruk.

Kita bercakap tentang ular dalam lubang.

Lidah. Dalam mulut.

Dan pastinya, lidah manusia.

Seperti gadis ini, empunya ‘ular’ paling menyakitkan hati. Jadikan iktibar, biarlah kekal sebagai pengajaran, bukannya ikutan.

_____

Ular (Sundal)

Lidahnya berkata-kata

Lidahnya berkata saja

Tak henti, tanpa bukti

.

Lidahnya berkata-kata

Berkata terus sahaja

Tak pasti, tanpa henti

..

Berkata…. tanpa relevan atau rasional

Katanya…. putar belit bagaikan ular

Selamba…. menipu dan membohongi diri

Hingga kebenarannya kita tak pasti

Lidahnya berkata-kata

Lidahnya berkata saja

Betulkah katanya?

….

Lidahnya terus berkata

Tak henti menambah dosa

Bohongnya, perbualan dipenuhi dusta

…..

Tipunya…. entah mana tipu mana

Yang jitu…. memanipulasi ayah dan bonda

Yang memberi muka…. lalu dihancurkan kepercayaan

Kami kepadanya….

……

Apakah tujuanmu ke sini?

Apakah yang engkau cari?

Mengapa hendak porak-peranda?

Kau bohong namun kau selamba

…….

Jika tujuan hanya tuk cari laki

Janganlah aku kau babitkan

Oh ular, pergi kau pergi

Pulanglah ke lubangmu

……..

Lidahnya berkata-kata

Lidahnya berkata saja

Bagai ular yang berbisa

………

Cukuplah pembohonganmu

Hentikanlah cinta dongengmu

Pulanglah…. pergilah….

9.50pm

21 Ogos 2011

____

Maka, beringat2lah kita tentang padahnya madah yg nda lurus, kata yg dicanang janganlah memincang. Biarlah diri ini punyai kepincangan, jangan saja diri ini menabrak kemakmuran dan keamanan orang lain dgn kata2 nista.

Dan ingatkanlah diri ini, empunya kata2 di blog ini, andai dia pun terkasar bahasa, terlari dari landasan bicara sopan, kerna ia pun manusia, terkadang terlepas bicara pabila minda nda panjang menimbal balik segala implikasi kata2nya. Insya-allah, kita kan mengingatkan jua para pembaca pabila memerlukannya. Amin.

….tamatnya Chit-Chat #16….

p/s: I rarely use my mother tongue in posts. This time, I just felt like using it. Just felt like expressing myself using the beauty of Bahasa Melayu, though it may be awkward, with the mix of dialects of my origin and the Bruneian slang. Anyways, appreciate your langguage, guys. ‘Cause if we don’t, who else will?

Enjoy your weekends everyone! Ciaow!

(Oh, and if you guessed that there’s a tune to the poem above, you’re sharp! Ten points to yourself, hehe)

Advertisements
Ular

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s